Ketika ingin memilih jurusan, jangan bertanya terlebih dahulu apakah pekerjaan yang didapat dengan masuk kejurusan itu, setelah lulus aku akan bekerja dimana? Jangan bertanya seperti itu. Melainkan tanyalah kepada diri anda sendiri dalam lubuk hati anda apa yang benar-benar anda sukai. Hal penting apa yang membuat waktu begitu cepat berlalu atau hematnya kita mengerjakan sesuatu yang tidak pernah akan merasa capek, karena kita menyukai hal tsb. Dan hal itu penting bagi kita.
Jika anda masuk jurusan IPS bukan berarti anda akan menjadi akuntan atau jika anda di jurusan IPA akan menjadi dokter atau ilmuan seperti Einstein. Satu yang jelas ( perlu saya garis bawahi )
Tuhan menciptakan umatnya yang begitu beragam, keberagaman dengan begitu banyak keahlian untuk menjadi manusia yang berguna hal yang tak bisa diukur oleh institusi di sekolah negeri antara IPA atau IPS.
Bodoh atau Pintar. Oiya belakangan saya menyadari bodoh dan pintar hanyalah seperti dua sisi mata uang, tidak ada definisi dalam kehidupan nyata (bukan fana seperti institusi sekolah atau kampus) bahwa orang pintar adalah orang yang nilai ujian fisika selalu mendapatkan 10, sedangkan orang bodoh adalah orang yang nilai ujian olahraga/keseniannya selalu mendapat 10. Orang yang pintar dimatematika juga bisa dibilang bodoh ketika mengerjakan ujian kesenian/olahraga begitu juga sebaliknya.
So, balik lagi apa yang mesti di pilih ketika ingin mimilih jurusan yaitu bidang apa yang benar-benar anda sukai,
Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life Karena jika anda menyukai pekerjaan anda, anda tidak akan pernah menjadi misikin, kenapa ? karena anda menyukai bidang tersebut anda akan berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan anda tidak peduli waktu atau energy yang terkuras karena anda senang mengerjakan hal tsb jelas bukan, tidak ada alasan pekerjaan apa yang layak setelah lulus nanti. Coba berfikir ulang untuk mengatakan setelah lulus saya akan mendirikan sebuah usaha apa, apa yang bisa saya lakukan untuk memberikan imbalan kepada orang banyak atas pekerjaan yang saya cintai ini, mungkinkah untuk berbagi kebahagian.










